BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS »

Minggu, 18 Maret 2012

tips untuk mata kita

AGAR mata bekerja dengan baik, dibutuhkan pasokan oksigen yang cukup dari luar maupun dalam tubuh. Penyebab kekurangannya bisa banyak hal, seperti terlalu lama di ruang ber-AC dan di depan layar komputer, paparan asap, serta penggunaan lensa kontak secara terus-menerus yang membuat jumlah oksigen yang masuk ke mata lebih sedikit.

Selain anjuran untuk sesekali melepas lensa kontak dan menggantinya dengan kacamata, material lensa kontak yang digunakan juga perlu diperhatikan. Salah sedikit, mata yang kekurangan oksigen dapat membuat penglihatan memburam. Berikut ini serba-serbi mata yang kekurangan oksigen, seperti yang disitat Ehow.
 
Gejala

Mata yang kekurangan oksigen umumnya terlihat kemerahan, terasa perih karena iritasi, pandangan menjadi blur, dan kering. Mendiamkannya dapat memicu komplikasi lain seperti kekeringan mata permanen dan corneal dystrophy, yang membuat kornea mata terasa seperti tertutup awan dan mengubah bentuk objek yang dilihat. Penyakit yang harus diwaspadai lainnya ialah keratoconus. Karakteristiknya ialan penipisan korea yang menyebabkan astigmatism dan penyakit rabun dekat. Kasus ini dapat ditangani dengan transplant kornea agar mata kembali normal.

Pencegahan

Kunci agar mata tak kekurangan oksigen ialah mengikuti aturan pakai dan merawat lensa kontak dengan benar. Tidak menggunakan lensa kontak saat tidur dan menggantinya dengan yang baru sesuai batas pemakaian. Sesekali, biarkan mata bebas bernapas dengan mengenakan kacamata sehari sepekan. Sebelum dikenakan, pastikan lensa kontak telah bersih dari lemak yang menumpuk dengan solution yang disediakan.
 
Solusi

Mata kekurangan oksigen umumnya terlihat kemerahan dan terasa perih, berikan obat tetes mata khusus bagi pengguna lensa kontak. Terakhir, pilih lensa kontak berbahan silicone hydrogel yang mampu menghantarkan oksigen lebih banyak, sehingga mata lebih bebas bernapas dan terhindar dari komplikasi. Lensa kontak berbahan silicone hydrogel tersebut dapat ditemukan di optik terpercaya.

protein untuk kulit sehat....

KEINGINAN memiliki kulit sehat dan indah adalah sebuah impian terpendam bagi semua wanita. Menjaga asupan sehat, khususnya makanan berprotein menjadi salah satu cara alami untuk mewujudkan impian tersebut.

Kulit sehat dan indah sebenarnya bukanlah impian semata. Anda semua dapat mewujudkannya tanpa perlu mengeluarkan kocek mahal. Ada cara alami yang dapat dilakukan dalam keseharian Anda. Salah satunya, memperbanyak asupan protein dalam makanan sehari-hari Anda.

Hal itu seperti dituturkan dr Enrina Diah SpBp, pemilik Aesthetic klinik dalam acara “Stay Young with Ultima”, Plaza Abda, Jakarta, baru-baru ini.

Dr Enrina mengatakan, bahwa untuk memiliki kulit yang indah seseorang perlu memperbanyak makan asupan yang berprotein. "Protein baik untuk menjaga elastisitas tubuh. Kebutuhan itu dapat dipenuhi dari daging, telur, dan ikan," ujarnya.

Sebagai penyeimbang, Anda pun dapat mengasup makanan sehat lainnya seperti konsumsi daging merah, kacang-kacangan dan biji gandum, di mana semua makanan tersebut merupakan sumber zat besi yang baik untuk kulit.

“Makanan tersebut dapat dengan mudah ditemukan sehari-hari. Jadi, tak ada kata lain untuk tidak dapat mengonsumsinya," tutupnya. (ind) (tty)

SEDIKIT TENTANG SEL

Pengertian Sel

            Sel merupakan unit struktural terkecil penyusun makhluk hidup dan merupakan    unit fungsinal dari organisme multiseluler. Bagian sentral pada sel adalah nukleus dan yang di kelilingi adalah sitoplasma yang di batasi oleh membran inti yang sulit sekali untuk di tembus dan batas terluar di lapisi oleh lapisan yang sangat tipis dan sulit di tembus yang disebut membran plasma (Rinehart,1972).
            Sel adalah unit tekecil dalam organisme hidup baik dalam dunia tumbuh-tumbuhan maupun hewan sel terdiri atas proto plasma yaitu inti sel yang terbungkuns oleh suatu membran atau selaput sel (Anonymous,2008)a.A
2.2 Bentuk-Bentuk Sel dan Contohnya
            Berdasarkan Anonymous (2009)b, bentuk-bentuk sel adalah :
a)    Bentuk sel tetap                : sel yang bentuk membran sel nya tetap
(Anonymous,2009)
Contohnya                  : spermatozoa
b)    Bentuk sel panjang           : sel yang struktural memanjang
 (Anonymous,2009)
            Contohnya                  : sel saraf
c)      Bentuk sel bikokaf           : sel yang bentuknya bulat dan terdapat
  cekungan di bagian tengah
         (Anonymous,2009)
Contohnya                  : eritrosit


d)    Bentuk sel berubah-ubah : sel yang bentuknya berubah karena tidak memiliki                                                    plastid.
 (Anonymous,2009)
            Contohnya                  : amoeba
2.3 Bagian-Bagian Sel dan Fungsinya
            Berdasarkan Anonymous c, 2009 bagian sel dan fungsinya adalah:
a)      Membran sel                     : memiliki fungsi dalam transformasi molekul
  di dalam di luar sel
b)      Sitoplasma                        : berperan sebagai tempat berlangsungnya
  biosintesis dan biokimia
c)       Matriks sitoplasma            : memantulkan cahaya
d)      Reti.E                                : membran dalam transpor materi dan protein
e)      Ribosom                            : sebagai tempat sintesis protein
f)       Badan mikro                     :
1.    Peroksisom                 : berperan dalam oksidasi subtratat dan
  menghasilkan H2O2
2.    Glikosisom                  : tempat metabolisme asam lemak
g)      Lisosom                             : berfungsi dalam sekresi menerima zat makanan
atau   mencerna menghancurkan organel rusak    dan  mensetratkan zat
h)      Vakuola                             : sebagai pencerna makanan
i)        Badan biologi                    : untuk memproduksi zat sekresi dan
  mensekresikannya
j)        Sentrosom                                    : membantu sel pada saat pembelahan
k)      Inti sel                                : sebagai pengatur aktifitas sel
l)        Plastida                             : sebagai pigmen sentesis
.4 Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
            Pebedaan sel hewan dan sel tumbuhan menurut anonymous (2009) adalah :
NO
SEL HEWAN
SEL TUMBUHAN
1
Tidak berdinding sel
Mempunyai dinding sel
2
Tidak memiliki plastid
Mempunyai plastid
3
Bentuk selnya tidak tetap
Mempunyai bentuk sel yang tetap
4
Mempunyai membran sel
Vakuola besar
5
Vakuola kecil
Tidak memiliki sentriol
6
Memiliki lisosom
Tidak memiliki lisosom
7
Memiliki sentrosom
Tidak memiliki sentrosom
8
Timbunan zat berupa lemak dan glikogen
Timbunan zat berupapati

laporan praktikum protozoa


I. LATAR BELAKANG
Protozoa merupakan hewan bersel tunggal, berinti sejati (eukariotik) da tidak memiliki dinding sel. Protozoa berasal dari kata protos yang berarti pertama dan zoo yang berarti hewan sehingga dapat diartikan sebagai hewan pertama. Ukurannya antara 3-100 mikron dan merupakan organisme mikroskopis bersifat heterotrof. Tempat hidupnya adalah tempat yang basah yang kaya zat organic, air tawar atau air laut sebagai zooplankton, beberapa jenis bersifat parasit dan menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan ternak.
Bentuk tubuh protozoa berbeda-beda pada fase yang berbeda dalam siklus hidupnya. Protozoa memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu, bulu getar (cilia) atau bulu cambuk (flagel). Beberapa protozoa memiliki fase vegetatif yang bersifat aktif yang disebut tropozoit dan fase dorman dalam bentuk sista. Tropozoit akan aktif mencari makan dan bereproduksi selama kondisi memungkinkan. Jika kondisi tidak memungkinkan kehidupan tropozoit maka protozoa akan membentuk sista. Sista merupakan bentuk sel protozoa yang terdehidrasi dan berdinding tebal mirip dengan endospora yang terjadi pada bakteri. Pada saat sista protozoa mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering atau basah. Pada umumnya berkembang biak dengan membelah diri.
II. TUJUAN
Mengidentifikasi dan mendeskripsikan organisme protista dan menempatkannya pada tingkat klasifikasi yang tepat.

III. ALAT DAN BAHAN
Alat : Botol Bahan : Jerami
Pipet Air sungai
Objek gelas Air kolam
Cover glass
Prosedur Kerja
1.    Sampel air diambil  dengan menggunakan pipet, lalu dengan hati – hati dletakkan di atas objek gelas lau diamati pada mikroskop (usahakan mulai pada perbesar terkecil). Untuk jenis – jenis protozoa misalnya Amoeba sp (karena ukurannya cukup besar) pengamatan pertama sebaiknya dilakukan pada mikroskop stereo kemudian diambil dengan pipet halus (pipet patereu). Untuk jenis Paramecium sp karena gerakannya sangat cepat, dapat ditambahkan 1 – 2 tetes larutan kanji atau larutan gelatin masing – masing konsentrasi 1 % atau larutan polyvinyl alcohol 15 % pada objek gelas dan dihomogenkan.
2.    Amati struktur morfologi ataupun anatomi dari organism yang ditemukan, cacat jenis atau arah pergerakannya.
3.    Organisme tersebut dapat diberi beberapa pewarna, misalnya methylen blue encer dengan cara meneteskan pada salah satu sisi dari deck glass dan menghisapnya dengan kertas saring pada sisi lain deck glas.
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.  Hasil Pengamatan
1.    Pengamatan pada air kolam
a.    Euglena virdis  ( Perbesaran 10x )
                                                                       Keterangan Gambar :
                                                                        1. Flagella gerak
1.    Daerah vakuola kontraktil
2.    Kromosom
3.    Selubung inti
4.    Endosome
5.    Pirenoid
6.    Granula paramilon
7.    kloroplast         
b.    Chipomomnas Paramecium  ( Perbesaran 10x )  
                  Keterangan Gambar :                                       
                                                                        1.  Flagella
c.    Kontraktil vakuola
d.   Pirenoid
e.    Kloroplast
f.     minyak                
2.    Pengamatan pada air jerami
Paramecium ( Perbesaran 40x )                           
                                                                              Keterangan Gambar :
                                                                      1. Vakuola makanan tua
2.         Celah mulut
3.         Mikronukleus
4.         Makronukleus
5.         Vestibulum
6.         Celah anus
7.         Vakuola makanan baru
8.         Trikosis
9.         Silia
10.     Vakuola kontraktif
11.     Vakuola makanan
12.     Saluran radial
B.  Pembahasan
1.    Pengamatan pada air kolam ( Euglena virdis )
a.    Morfologi
Euglenoida memiliki  tubuh yang menyerupai gelendong dan diselimuti oleh pelikel Euglena viridis. Ukuran tubuhnya 35 – 60 mikron dimana ujung tubuhnya meruncing dengan satu bulu cambuk. Hewan ini memilki stigma (bintik mata berwarna merah) yang digunakan untuk membedakan gelap dan terang. Euglena juga memiliki kloroplas yang mengandung klorofil untuk berfotosintesis. Euglena memasukkan makanannnya melalui sitofaring menuju vakuola dan ditempat  inilah makanan yang berupa hewan – hewan kecil dicerna.
b.    Anatomi
Euglena memiliki satu flagella yaitu ekor sebagai alat gerak, satu panjang dan satu pendek organieme ini dapat melakukan simbiosis dengan jenis ganggang tertentu dan tubuhnya dapat memancarkan sinar bila terkena rangsangan mekanik. Untuk reproduksi Euglena berkembang biak secara vegetatif, yaitu dengan pembelahan biner secara membujur. Pembelahan ini dimulai dengan membelahnya nukleus menjadi dua. Selanjutnya flagel dan sitoplasma serta selaput sel juga terbagi menjadi dua. Akhirnya terbentuklah dua sel euglena baru. Sistem sirkulasi euglena mengambil zat organik yang terlarut di sekitarnya. Pengambilan zat organik dilakukan dengan cara absorbsi melalui membran sel. Selanjutnya, zat makanan itu dicernakan secara enzimatis di dalam sitoplasma.

c.    Habitat
Euglena  berhabitat di habitat air tawar dan melimpah di daerah ini, seperti di kolam peternakan atau parit saluran air, yang mengkonsumsi kotoran binatang.
d.   Klasifikasi
Adapun klasifikasi dari Euglena virdis adalah sebagai berikut :
Kingdom       : Excavata
Divisi                        : Eugnelophycota
Class             : Euglenoidea
Ordo             : Euglenales
Family:          : Euglenaceae
Genus:           : Euglena
  Species          : Euglena Viridis
2.    Pengamatan Pada air jerami ( Paramecium )
a.    Morfologi
Paramecium memiliki tubuh yang seluruhnya atau sebagian ditutupi oleh cilia atau rambut getar, mempunyai satu makronukleus dan satu atau beberapa mikronukleus, paramecium bereproduksi secara vegetatif dengan pembelahan melintang, makronukleus membelah secara amitosis sedangkan mikronukleus secara mitosis,
b.    Anatomi
Bentuk sel pada paramecium seperti sandal (alas kaki), memiliki makronuklesus satu, mikronukleus satu atau lebih,dimana mikronukleus berfungsi sebagai alat reproduksi dan mikronekleus sebagai konjugasi . Habitat paramecium pada air tawar yang berenang. Memiliki vakuola denyut yang terletak pada permukaan aboral yang berfungsi sebagai sistem ekskresi dan mengedarkan makanan keseluruh tubuh . Ujung sel bagian anterior lebih tumpul atau membulat . vakuola makanan banyak dan makronukleus bundar atau letaknya ditengah.
c.    Habitat
Habitat alami mereka adalah air tawar.  paramecium mengambil air dari hipotonik lingkungan melalui osmosis dan menggunakan kandung kemih seperti kontraktil vakuola untuk mengumpulkan kelebihan air dari kanal radial dan mengusir berkala melalui membran plasma oleh kontraksi sekitarnya sitoplasma.
d.   Klasifikasi
Adapun klasifikasi dari paramecium sebagai berikut :
Kingdom       : Protista
Class             : Ciliatea
 Ordo                        : Peniculida
 Family          : Parameciidae
 Genus           : Paramecium
 Species         : Paramecium sp

A.  Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.    salah satu organisme yang tergolong protozoa yang dapat diamati adalah euglena sp yang memiliki  tubuh yang menyerupai gelendong dan diselimuti oleh pelikel, memiliki alat gerak flagell berupa ekor. Sistem sirkulasi euglena mengambil zat organik yang terlarut di sekitarnya. Pengambilan zat organik dilakukan dengan cara absorbsi melalui membran sel. Selanjutnya, zat makanan itu dicernakan secara enzimatis di dalam sitoplasma. Untuk reproduksi euglena berkembang biak secara vegetatif, yaitu dengan pembelahan biner secara membujur. Pembelahan ini dimulai dengan membelahnya nukleus menjadi dua. Selanjutnya flagel dan sitoplasma serta selaput sel juga terbagi menjadi dua.
2.    Organisme yang terdapat pada air kolam adalah Chiposoma paramecium . paramecium pada air jerami, memiliki tubuh yang seluruhnya atau sebagian ditutupi oleh cilia atau rambut getar, mempunyai satu makronukleus dan satu atau beberapa mikronukleus, Bentuk sel pada paramecium seperti sandal (alas kaki). Habitat paramecium pada air tawar yang berenang atau bergerak merupakan spiral. Memiliki vakuola denyut yang terletak pada permukaan aboral.
 
B.   Saran
Adapun saran yang dapat saya berikan setelah melakukan praktikum ini adalah agar praktikan lebih memperhatikan kondisi bahan, agar organisme yang diamati lebih banyak.
 
DAFTAR PUSTAKA

George H.Fried,ph.D. Biologi Edisi Kedua. Jakarta: Erlangga. 2006.
Hala,Yusminah. Daras Biologi Umum II. Makassar: Alauddin Press. 2007.  
protozoa : http://huderi.wordpress.com ( 21 Juni 2011 ).
Suwignyo,Sugiarto. Avetebrata Air Jilid 1. Jakarta: Penebar Swadaya. 2005.
Tim Dosen. Penuntun Praktikum Zoologi Invetebrata. Makassar: Uin Alauddin Makassar.2011.

PORIFERA :spons

spons adalah hewan yang sesil yang tampak sangat diam bagi mata manusia sehingga orang yunani kuno meyakinkan dia sebagai tumbuhan.
Porifera berasal dari kata porus = lubang kecil dan ferre = membawa/mengandung.
Jadi dapat diartikan bahwa porifera adalah hewan yang tubuhnya mengandung lubang-lubang kecil atau hewan berpori-pori
Porifera memiliki sistem kanal atau saluran air untuk mensirkulasikan air di dalam tubuhnya
 ciri-ciri

1.Disbud sebagai hewan spons dan juga hewan berpori, karena tubuhnya terdapat lubang-lubang kecil.
2.Tubuhnya diploblastik (terdiri dari 2 lapisan), yaitu ektodermis (kulit luar) dan endodermis (kulit dalam)
3.Tubuhnya terdapat spikula-spikula yang mengandung zat kapur (kalsium), zat kersik (silikat) atau benang-benang spongin.
4.Hidup dengan tipe sessil (menetap) di dasar perairan.
5.Tubuh dilengkapi saluran air guna mensirkulasikan air didalam tubuhnya.
6.Reproduksi secara vegetatif dengan kuncup (budding) dan gemmulae, dan secara generatif melalui pembuahan ovum oleh sperma.
 
 
klasifikasi
 Berdasarkan atas kerangka tubuh atau spikulanya, Porifera dibagi menjadi
tiga kelas
 1. Kelas Calcarea

Kerangka tubuh kelas Calcarea berupa spikula seperti duri-duri kecil dari Kalsium Karbonat. Misalnya Scypa, Grantia, Leucosolenia.

2. Kelas Hexatinellida

Kerangka tubuh kelas Hexatinellida berupa spikula yang mengandung Silikat atau Kersik (SiO2). Bentuk tubuh umumnya berbentuk silinder atau corong. Misalnya Euplectella aspergilium.

3. Kelas Demospongia

Kerangka tubuh kelas Demospongia terbuat dari spongin saja, atau campuran spongin dan zat kersik. Misalnya Euspongia sp dan Spongilla sp.